Lima mahasiswa Universitas Padjadjaran membuat terobosan dalam upaya penyelamatan naskah kuno. Kelompok mahasiswa tersebut antara lain Lulu (Biologi), Rosamond (Biologi), Renasya (Biologi), Alyaa (Teknik Elektro), dan Grace (Perpustakaan dan Sains Informasi). Prototipe yang disebut Detektor Jamur UV ini dapat digunakan untuk mendeteksi jamur pengurai kertas menggunakan aplikasi UV fluoresen. Prototipe ini tercipta setelah lima mahasiswa kelompok PKM-KC (Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta) mendapat dana dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi RI pada tahun 2023, dengan usulan judul “Real Time Detektor Jamur Kontaminan Pendegradasi Kertas Manuskrip dengan Aplikasi Teknologi UV-Fluorescent untuk Strategi Konservasi Naskah Kuno di Museum” yang dibimbing oleh Ibu Asri Peni Wulandari, Ph. D. selaku dosen pembimbing.
Penemuan alat ini bermula dari kekhawatiran tim peneliti bahwa proses pelestarian naskah kuno memakan waktu lama, namun proses pelestarian naskah kuno harus dilakukan. Naskah kuno perlu dilestarikan karena mengandung warisan budaya, khususnya pengetahuan sejarah lokal yang merupakan bagian integral dari identitas sejarah bangsa. Made Ayu, Direktur Pusat Preservasi Dokumen Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI dalam pameran “Ekspose Hasil Pelestarian Naskah Kuno Nusantara” Perpustakaan Nasional RI menyampaikan: “Dari 82.158 Eksemplar naskah kuno yang tersebar di Nusantara, baru 24% sudah dilakukan preservasi” ungkap Ayu. Pernyataan tersebut berarti masih terdapat 76% naskah kuno yang belum dilakukan proses konservasi dan jumlah tersebut akan terus bertambah setiap tahunnya. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab rusaknya naskah kuno. Salah satunya adalah jamur yang penyebarannya sangat cepat dan tidak terlihat dengan kasat mata.
Prototipe ini menggunakan teknologi UV fluoresensi yang dapat menjadi indikator adanya jamur pada naskah. Pengoperasian prototipe dimulai dengan memasukkan naskah kuno ke dalam ruang deteksi yang menggabungkan sistem lampu UV dengan webcam. Sinar UV efektif mendeteksi keberadaan jamur pada naskah. Ada tidaknya jamur dapat diketahui dari perubahan warna akibat paparan sinar UV. Webcam pencitraan digital real-time akan langsung terhubung ke perangkat lunak laptop untuk melakukan pemrosesan gambar digital guna memudahkan proses pendeteksian. Prototipe ini adalah yang pertama di dunia untuk mendeteksi jamur pada naskah kuno dengan menggunakan UV dan dapat digunakan oleh perpustakaan dan museum. Prototipe ramah lingkungan ini dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk proses konservasi naskah kuno yang berlangsung di museum dan perpustakaan. Alat ini mendukung perlindungan warisan budaya melalui lampu UV.
